TONGKAT ALLAH-KU

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Siapa yang berseru? Bukan hanya Yohanes Pembaptis dua ribu tahun lalu, tetapi setiap pribadi yang Tuhan bangkitkan pada zamannya. Mereka bisa muncul dari tempat-tempat yang tak kita duga kadang dari antara orang yang dianggap “pendosa” oleh manusia, namun justru dipandang berbeda oleh Allah.
Apa yang mereka lakukan? Mereka menyampaikan seruan pertobatan. Suara mereka sering terdengar keras, kadang mengganggu kenyamanan, seperti suara Yohanes di padang gurun. Namun suara itu membawa arah: kembali pada Tuhan, kembali pada hidup yang benar.
Di mana suara itu muncul? Di sekeliling bumi di ruang ibadah, di tengah keluarga, dalam pergumulan sosial, bahkan melalui hidup seseorang yang kita remehkan. Dunia menjadi padang gurun modern tempat Tuhan tetap menyalakan suara profetis-Nya.
Kapan suara itu hadir? Setiap fase kehidupan. Tuhan tidak pernah membiarkan zaman berjalan tanpa saksi. Ketika manusia mulai jauh dari Sabda, Tuhan mengutus suara baru untuk menegur, mengajak, dan menuntun.
Mengapa suara itu penting? Karena penghakiman manusia tidak sama dengan pandangan Allah. Kita sering menilai seseorang dari masa lalunya, tetapi Allah melihat hati dan kesediaan untuk dipakai. Sosok yang ditolak manusia dapat menjadi tongkat yang dipegang Tuhan untuk menuntun banyak orang kembali kepada terang.
Bagaimana kita menanggapinya? Dengan kerendahan hati untuk mendengar. Kita membuka telinga, memeriksa hati, dan bertanya apakah Tuhan sedang berbicara melalui mereka. Seruan itu mengajak kita setia pada Sabda, hidup jujur, dan tetap optimis akan kuasa Allah yang menyertai setiap peziarahan hidup.
Tongkat Allah tidak pernah patah. Ia hanya berpindah dari satu tangan ke tangan lain kepada siapa pun yang siap dipakai-Nya. Suara Yohanes tidak pernah benar-benar hilang; ia bergema dalam setiap pribadi yang berani menyerahkan diri pada kehendak Tuhan.
Semoga hari ini kita mampu mengenali suara itu, entah datang dari mimbar, dari sahabat, atau dari seseorang yang tak kita duga sama sekali. Tuhan membimbing, menyertai, dan memakai siapa saja untuk menghidupkan kembali harapan dalam dunia. ***AEG




