KERJA BAKTI JADI JALAN UMAT APOUWO MENYATUKAN LANGKAH MENUJU KYD 2030
PIYAIYE, KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Semangat gotong royong mulai ditunjukkan umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo, Piyaiye, dalam mempersiapkan pelaksanaan KAMMAPI Youth Day (KYD) 2030. Meski kegiatan tersebut masih empat tahun lagi, umat telah mulai menggalang dana melalui kerja bakti bersama yang dipusatkan di Kombas Santo Fransiskus Madukunu selama dua hari dan dimulai Kamis (10/9/2026).
Kerja bakti melibatkan puluhan umat dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), hingga umat dewasa. Mereka datang dari empat stasi dan empat Komunitas Basis (Kombas) di pusat Paroki Keluarga Kudus Apouwo.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi upaya mencari dana. Bagi umat, kerja bakti menjadi wujud nyata kebersamaan sekaligus bagian dari persiapan menyambut salah satu kegiatan besar Orang Muda Katolik di Dekenat KAMMAPI.
Seksi Usaha Dana KYD, Fransiskus Gobai, mengatakan persiapan perlu dilakukan sejak dini karena Paroki Keluarga Kudus Apouwo akan menjadi tuan rumah KYD 2030 dengan jumlah umat yang relatif sedikit dibandingkan paroki-paroki lain.
“KYD memang masih jauh, tetapi karena jumlah umat di paroki kami sedikit, maka kami mulai mencari dana dari sekarang. Kegiatan ini nantinya akan dihadiri oleh umat muda dari 11 paroki di Dekenat KAMMAPI,” kata Fransiskus.
Menurut dia, panitia telah menyusun pola kerja bakti secara berkala. Setiap enam bulan, kegiatan akan dilakukan secara bergilir di empat stasi dan empat Kombas yang berada di pusat paroki.
Pola tersebut diharapkan dapat melibatkan seluruh umat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap pelaksanaan KYD 2030.
“Dengan kegiatan ini, kami bukan hanya mencari dana, tetapi juga ingin menampung lebih banyak umat untuk terlibat. Ini menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan kami sebagai umat Katolik,” ujarnya.
Fransiskus menambahkan, keberhasilan KYD tidak hanya bergantung pada dana, tetapi juga pada kerja sama, doa, dan keterlibatan seluruh umat.
“Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan doa, impian untuk menyukseskan kegiatan KYD nanti dapat terwujud,” katanya.
Kerja bakti di Kombas Santo Fransiskus Madukunu juga menjadi kesempatan bagi umat untuk membangun kebersamaan dalam suasana doa dan refleksi. Umat berharap tempat yang dipersiapkan dapat menjadi ruang yang nyaman, damai, dan mampu menyambut para peserta KYD dari berbagai paroki.
Penanggung Jawab Paroki Keluarga Kudus Apouwo Piyaiye, Diakon Theodorus B. Iyai, mengapresiasi keterlibatan umat dalam persiapan tersebut. Ia berharap seluruh umat dapat terus bekerja sama agar pelaksanaan KYD 2030 benar-benar menjadi momentum yang memperkuat persatuan umat Katolik di Apouwo.
“Kepanitiaan KYD ini sudah dibentuk sejak Januari 2026. Karena itu, saya berharap para panitia terus bekerja sama dan mencari berbagai jalan untuk mendapatkan dana sehingga kegiatan besar yang kita idam-idamkan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Iyai.
Menurutnya, persiapan sejak jauh hari menjadi langkah penting mengingat KYD akan melibatkan orang muda dari 11 paroki di Dekenat KAMMAPI.
Semangat umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo menunjukkan bahwa sebuah kegiatan besar tidak selalu harus dimulai dengan sumber daya yang besar. Dengan kebersamaan, kerja keras, dan doa, persiapan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama.
Kerja bakti di Madukunu pun menjadi langkah awal perjalanan panjang menuju KYD 2030—sebuah perjalanan yang diharapkan tidak hanya menghasilkan dana, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan semangat persatuan umat Katolik di Piyaiye.***(D. THEO IYAI)




