BUKA BULAN ROSARIO, UMAT IDAKEBO ARAK ARCA BUNDA MARIA DARI GUNUNG ODEDIMI
IDAKEBO, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo membuka Bulan Rosario dengan ziarah Rosario dan perarakan arca Bunda Maria dari Gunung Odedimi menuju halaman Gereja Paroki, Kamis, 1 Oktober 2026. Perjalanan tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam dan diikuti Pastor Paroki, Tim Pastoral (TimPas), Dewan Pastoral Paroki (DPP), panitia peresmian Gereja, serta seluruh umat Paroki Idakebo.
Sebelum perarakan dimulai, Pastor Paroki, Pastor Richardus Buang Lela, Pr memimpin ibadah pemberkatan arca Bunda Maria di Gunung Odedimi. Setelah itu, arca Bunda Maria diarak menuju Gereja Paroki. Sepanjang perjalanan, Pastor bersama TimPas, DPP, dan umat mendaraskan doa Rosario serta menyanyikan lagu-lagu pujian sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Bunda Maria.

Antusiasme umat tampak sepanjang perjalanan. Umat menyambut kedatangan arca Bunda Maria dengan penuh sukacita dan haru, seolah-olah menyambut seorang mama yang telah lama pergi dan kini kembali ke rumah. Sejumlah umat bahkan mencurahkan air mata karena terharu. Para pemuda dan mama-mama turut mengiringi perarakan dengan tarian dan nyanyian hingga arca Bunda Maria tiba di tempat yang telah disiapkan, yakni Gua Maria di lingkungan Gereja Paroki.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir David Goo, S.Pd., selaku Wakil Ketua Panitia Peresmian Gereja Paroki, bersama ketua panitia, sekretaris, bendahara, jajaran kepanitiaan, serta seluruh umat. David Goo juga terlibat dalam proses menghadirkan arca Bunda Maria dan arca Keluarga Kudus dari Nazaret untuk Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo.
David Goo, S.Pd., mengisahkan proses persiapan hingga arca Bunda Maria dan Keluarga Kudus tiba di lingkungan Paroki Idakebo. Menurutnya, proses tersebut dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, namun dapat terlaksana berkat dukungan dan kemurahan Tuhan.

“Kami panitia mempersiapkan kepanitiaan, termasuk pembuatan arca Bunda Maria juga arca Keluarga Kudus, dalam waktu yang singkat, yakni hanya sebulan. Kami yakin sekali semuanya dapat terlaksana karena kebaikan dan kemurahan Tuhan,” katanya.
Ia mengaku terkesan melihat antusiasme umat dalam mengikuti perarakan dari Gunung Odedimi menuju Gereja Paroki. Meskipun harus berjalan cukup jauh di bawah terik matahari, umat tetap bersemangat mengiringi arca Bunda Maria.
“Kami sangat terkesan dengan umat yang begitu antusias mengarak arca Bunda Maria. Walaupun jauh, di bawah panas terik matahari, namun sangat bersemangat. Kami melihat dan merasakan bahwa umat merasa Bunda Maria yang jauh dan pergi sudah kembali,” lanjutnya.
David juga mengajak umat untuk terus membangun relasi yang semakin dekat dan intim dengan Bunda Maria sebagai anak dengan seorang mama.
“Kami mengimbau kepada seluruh umat untuk selalu dekat dengan Bunda Maria karena dia sudah pulang. Bunda Maria sudah datang. Karena itu, kita selalu berdoa kepada Tuhan melalui Bunda Maria. Kita yakin bahwa Bunda Maria menolong, membantu, dan mendoakan kita. Kita tidak lagi menjadi anak yatim piatu karena Mama Maria sudah pulang kembali,” pesannya.
Ia juga mengajak umat memohon doa Bunda Maria agar berbagai tantangan yang dihadapi Gereja dan umat di Paroki Idakebo dapat diatasi sehingga Gereja semakin menjadi sarana keselamatan bagi umat.
Setelah arca Bunda Maria ditempatkan di Gua Maria yang telah disiapkan, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pembukaan Bulan Rosario.

Dalam homilinya, Pastor Richardus Buang Lela, Pr mengajak umat untuk menghayati semangat kerendahan hati Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus yang dirayakan pada hari ini dan Bunda Maria. Menurutnya, ziarah dan Perayaan Ekaristi tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk menyadari kasih Tuhan sekaligus belajar merendahkan diri di hadapan-Nya.
“Umat sekalian, perayaan kita hari ini adalah perayaan perendahan diri. Kita tidak layak di hadapan Tuhan, tetapi Tuhan mengasihi kita. Kita terus merendahkan diri seperti Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus, juga teladan iman Bunda Maria yang selalu merendahkan diri,” katanya.
Pastor Paroki juga menyampaikan bahwa selama ini umat belum memiliki arca Bunda Maria yang besar. Dengan hadirnya arca tersebut, umat diharapkan semakin membangun devosi dan relasi iman yang kuat dengan Bunda Maria.
“Devosi kepada Bunda Maria sudah dibangun oleh Gereja dahulu. Gereja selalu meneruskan perhatian dan hormat penuh atas peran Bunda Maria menghadirkan Yesus di dunia. Kita semua diminta bergabung bersama Gereja semesta membangun relasi dan devosi kepada Bunda Maria, apalagi Bunda Maria sudah pulang kembali di rumahnya sendiri, yang beberapa minggu terakhir ini kita sudah menyediakannya dalam bentuk Gua Maria,” ungkapnya.
Pastor Paroki menyampaikan ucapan terima kasih dan proficiat kepada seluruh umat Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo yang dengan penuh antusias menyambut dan menerima kehadiran arca Bunda Maria serta Keluarga Kudus di Paroki Idakebo.
Pembukaan Bulan Rosario tersebut menjadi momentum bagi umat Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, devosi kepada Bunda Maria, serta kehidupan iman yang diwujudkan dalam kebersamaan sebagai satu umat. ***(Penulis: MARIUS GOO/Editor: ALO WELAFUBUN)




