Majalah GaiyaWarta Paroki

UMAT PAROKI KELUARGA KUDUS APOUWO RAYAKAN HUT KE-15, PERKUAT SEMANGAT MEMBANGUN GEREJA

APOUWO, KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 berdirinya paroki dengan penuh sukacita dan kebersamaan. Perayaan puncak berlangsung melalui Perayaan Sabda di Gereja Paroki Keluarga Kudus Apouwo, Jumat (18/9/2026).

Perayaan Sabda dipimpin Penanggung Tim Pastoral Paroki Keluarga Kudus Apouwo Diakon Theodorus B. Iyai, bersama Pewarta Herman Magai. Perayaan tersebut dihadiri Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), para guru, anak-anak sekolah, serta seluruh umat dari wilayah pelayanan pastoral Paroki Keluarga Kudus Apouwo.

Wilayah pelayanan pastoral paroki tersebut mencakup empat stasi dan empat Komunitas Basis Gerejani (Kombas) yang berada di pusat paroki.

Dalam khotbahnya, Theodorus mengajak umat melihat perjalanan 15 tahun paroki sebagai sebuah proses pertumbuhan yang membutuhkan kesabaran, keterlibatan, dan tanggung jawab bersama.

Ia mengibaratkan paroki yang kini memasuki usia 15 tahun seperti seorang anak yang masih berada pada usia belasan tahun dan sedang bertumbuh.

“Membangun paroki kita ini sama halnya dengan kita membina dan mendidik anak yang masih berusia belasan tahun. Untuk itu, mari kita membangun paroki ini dengan apa adanya,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat membangun paroki tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui upaya umat membangun kehidupan yang damai, saling mendukung, dan terlibat dalam karya pelayanan.

Mengacu pada bacaan Injil tentang perempuan-perempuan yang dengan setia melayani Yesus, Theodorus mengajak umat untuk menghadirkan semangat pelayanan yang sama dalam kehidupan menggereja.

Ia menekankan bahwa pelayanan dan doa bagi sesama perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, kemudian berkembang dalam Kombas, stasi, hingga seluruh kehidupan paroki.

“Kita juga diajak untuk saling melayani dan berdoa bagi sesama, mulai dari keluarga, Kombas, stasi dan di paroki, supaya kita juga saling menyelamatkan di dunia ini,” katanya.

Umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 pada Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Paroki Apouwo.

Theodorus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang telah bekerja keras mendukung rangkaian perayaan HUT ke-15. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Yohanes P. Magai yang memberikan sumbangan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pelaksanaan perayaan HUT tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-15 Paroki Keluarga Kudus Apouwo, Ambrosius Makai, mengatakan perayaan tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, panitia tidak menyelenggarakan berbagai perlombaan dan pertandingan seperti pada perayaan sebelumnya. Fokus kegiatan diarahkan pada upaya penggalangan dana bagi kebutuhan pengembangan paroki.

Ambrosius mengajak seluruh umat untuk tidak hanya menjadi peserta perayaan, tetapi mengambil bagian secara aktif dalam proses membangun kehidupan paroki.

Ia berharap momentum HUT ke-15 menjadi kesempatan bagi umat untuk duduk bersama dan membicarakan secara serius arah pembangunan paroki ke depan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tegas Ambrosius.

Ajakan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa masa depan Paroki Keluarga Kudus Apouwo membutuhkan keterlibatan seluruh umat. Pembangunan gereja, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab pengurus atau panitia, melainkan tanggung jawab bersama sebagai satu keluarga umat beriman.

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 berdirinya paroki, pada Jumat (18/9/2026). Foto: Dok. Paroki Apouwo.

Theodorus kembali mengajak umat untuk terus membangun kerja sama demi mewujudkan Gereja yang semakin misioner.

Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara umat, pengurus paroki, dan para pelayan pastoral. Setiap persoalan yang muncul di tengah kehidupan umat hendaknya dibicarakan secara langsung dan diselesaikan bersama.

“Jika ada soal, datanglah bicara dengan kami, bukan bicara tentang kami,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari refleksi HUT ke-15. Bagi umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo, bertambahnya usia paroki bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan.

Perayaan HUT ke-15 akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, pelayanan, dan semangat gotong royong umat. Dari keluarga, Kombas, stasi hingga pusat paroki, umat diajak terus mengambil bagian dalam membangun Gereja sebagai rumah Allah yang hidup dan misioner di tengah masyarakat.***

 

Penulis: D. Theodorus B. Iyai

Editor: Jimmy Rahadat/Komsos Keuskupan Timika

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button