PELATIHAN MUSIK DAN LITURGI LP3KD MIMIKA PERKUAT PELAYANAN UMAT PAROKI KEBANGKITAN AGIMUGA
TIMIKA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan musik dan liturgi bagi umat Paroki Kebangkitan Agimuga, 11–14 September 2026. Kegiatan yang sedianya dilaksanakan di Agimuga tersebut dipindahkan ke Timika karena kondisi kemarau yang menyebabkan kesulitan air di wilayah tersebut.
Sebanyak 15 umat mengikuti pelatihan yang berasal dari tiga stasi di wilayah Paroki Kebangkitan Agimuga, yakni Stasi Aramsolko, Stasi Amungun, dan Stasi Kiliarma. Sebagian peserta didatangkan dari Agimuga menggunakan pesawat secara bertahap, yakni tujuh orang pada Rabu, lima orang pada Kamis, sementara tiga peserta lainnya telah berada di Timika.

Ketua II LP3KD Kabupaten Mimika, Jadosman Purba, mengatakan perubahan lokasi kegiatan dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi di Agimuga.
“Rencana awal pelatihan dilaksanakan di Agimuga. Namun karena kondisi kemarau dan kesulitan mendapatkan air, kegiatan akhirnya dilaksanakan di Timika,” ujar Jadosman.
Menurut dia, meskipun lokasi kegiatan berubah, tujuan utama pelatihan tetap diarahkan pada peningkatan kemampuan umat dalam bidang musik dan liturgi sekaligus memperkuat pelayanan mereka di tengah kehidupan menggereja.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Amelda Mince Rumayomi, yang membuka dengan resmi kegitan ini menyampaikan apresiasi kepada LP3KD, Gereja, panitia, para pelatih, dan seluruh peserta yang terlibat.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis bermusik, tetapi memberikan dampak langsung bagi kehidupan umat dan pelayanan liturgi di wilayah Agimuga.
“Peserta dapat mengembangkan kemampuan bermusik sekaligus meningkatkan komitmen dalam pelayanan kepada Gereja. Semoga materi yang diperoleh selama pelatihan ini dapat berguna bagi perkembangan Gereja Katolik di Agimuga,” kata Amelda.
Pelatihan menghadirkan tiga pelatih, yakni Petrus Kanisius Mitakda, Yopi, dan Evan. Materi diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan musik dan memahami pelayanan musik dalam perayaan liturgi.
Bagi Gereja Katolik, musik dan nyanyian liturgi bukan sekadar unsur pelengkap dalam perayaan. Musik membantu umat mengambil bagian secara sadar dan aktif dalam liturgi serta menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan dan menghidupkan iman.
Sekretaris II LP3KD Kabupaten Mimika, Philipus Soter Maturbongs mengatakan, Kementerian Agama melalui regulasi mengenai LP3K juga menempatkan pendidikan, kursus, dan pelatihan musik serta lagu gerejani sebagai bagian dari tugas pembinaan. Pelatihan tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pembinaan paduan suara dan pemazmur Gereja.
Dalam konteks Pesparani, musik liturgi juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan umat terhadap liturgi Gereja. Kementerian Agama menyebut Pesparani sebagai aktivitas seni budaya umat Katolik melalui pagelaran dan lomba musik liturgi serta nyanyian.
Di Kabupaten Mimika, LP3KD sebelumnya telah mendorong agar kemampuan yang diperoleh melalui Pesparani tidak berhenti pada perlombaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan menggereja di masing-masing paroki. Musik dan nyanyian liturgi dinilai dapat membantu mempersatukan umat serta mendukung partisipasi aktif dalam perayaan liturgi.

Paroki Kebangkitan Agimuga sendiri merupakan salah satu paroki dalam wilayah Dekenat Mimika-Agimuga Keuskupan Timika. Berdasarkan data Keuskupan Timika, Paroki Kebangkitan Agimuga berdiri sejak 1960 dan saat ini menjadi bagian dari wilayah pastoral yang melayani umat di kawasan Agimuga.
Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya SCJ, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika dan unsur Pemerintah Kabupaten Mimika.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan lembaga pembinaan umat dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya bagi umat yang berada di wilayah pelayanan yang memiliki tantangan geografis seperti Agimuga.
Pastor Paroki Kebangkitan Agimuga, Pastor Lamber Kopong Pr., yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai pelatihan musik dan liturgi bagi umat Agimuga sangat bermanfaat dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Ke depan, kegiatan semacam ini jangan hanya dilakukan satu kali,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting agar pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Kemampuan bermusik, bernyanyi, menjadi pemazmur, maupun mendukung liturgi membutuhkan latihan yang terus-menerus agar dapat berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi umat Paroki Kebangkitan Agimuga, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal untuk kembali melayani umat di tiga stasi asal mereka. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di Timika dapat diteruskan dalam perayaan liturgi, kegiatan kategorial, maupun pembinaan iman umat di wilayah Agimuga.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan bermusik, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Gereja lokal yang semakin mampu menghidupi liturgi melalui keterlibatan umat sendiri.
Melalui pelatihan yang berkelanjutan, LP3KD Kabupaten Mimika diharapkan dapat terus membuka ruang pembinaan bagi umat di wilayah-wilayah pelayanan, termasuk daerah terpencil, sehingga semangat pelayanan dan kekayaan musik liturgi dapat berkembang dari paroki hingga stasi-stasi.***(JIM RAHADAT)




