Majalah Gaiya

MGR. BERNARDUS BERKATI PERAHU, DORONG PEMBERDAYAAN UMAT ASLI PAPUA

MAPURUJAYA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, memimpin pemberkatan dan serah terima sejumlah sarana penunjang pelayanan Gereja berupa perahu, mesin motor tempel, pagar lahan keuskupan, serta rumah kopel di Mapurujaya, Kabupaten Mimika, pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas terwujudnya berbagai fasilitas yang diharapkan dapat mendukung pelayanan pastoral sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Dalam ibadah pemberkatan, Bapa Uskup mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan dan dukungan berbagai pihak yang telah memungkinkan terlaksananya program tersebut.

“Kita mohon Tuhan sebagai pemilik segala sesuatu memberikan rahmat jasmani maupun rohani. Terima kasih kepada pemerintah, masyarakat, dan semua pihak yang telah terlibat dalam proses ini. Semoga sarana yang ada dapat menjadi berkat dan semakin menghidupkan nilai-nilai pelayanan di tengah umat,” ungkapnya.

Mgr. Bernardus memberkati mesin motor tempel di Mapurujaya, Selasa (30/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat

Menghidupkan Kembali Iman dan Harapan

Dalam homilinya yang mengacu pada Injil Matius, Uskup Bernardus mengingatkan bahwa berbagai tantangan kehidupan modern sering kali membuat manusia menggantungkan rasa aman pada hal-hal duniawi seperti uang, rumah, atau kekuatan lainnya.

“Yesus mengajarkan bahwa Dialah jaminan keselamatan dan kenyamanan yang sejati, bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi jiwa kita. Bersama Tuhan, kita diarahkan menuju sukacita yang abadi,” katanya.

Uskup juga menyinggung hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang kini menjadi bagian dari BRIN, mengenai berbagai kekhawatiran yang dialami masyarakat asli Papua terkait keberlangsungan hidup dan eksistensi mereka di tanah sendiri.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Tingginya angka kematian orang asli Papua, termasuk kematian bayi dan anak, menuntut adanya langkah-langkah nyata yang mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat.

“Gereja harus hadir dengan solusi. Perahu yang kita berkati hari ini adalah salah satu bentuk solusi konkret untuk mendekatkan pelayanan kepada umat,” ujarnya.

Foto bersama usai upacara pemberkatan dan serah terima di Mapurujaya, Selasa (30/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Karena itu, Gereja terus mendorong tiga hal penting, yakni penguatan iman melalui kehidupan doa, pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak Papua, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Para Petugas Gereja harus semakin aktif turun ke lapangan, menyalakan api doa dan harapan akan kasih Tuhan. Pendidikan dan ekonomi juga harus terus diperkuat demi masa depan masyarakat Papua yang lebih baik,” tegasnya.

Bapa Uskup berharap seluruh sarana yang telah diberkati dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung karya pelayanan Gereja.

“Semoga Tuhan Yesus sendiri menjadi nahkoda sejati yang menuntun setiap perjalanan pelayanan ini,” katanya.

Pastor Sil Bobi, Ekonom Keuskupan menyampaikan laporan penggunaan anggaran di Mapurujaya, Selasa (30/6/2026). Foto: Jimmy Raadat

Realisasi Program Senilai Rp10 Miliar

Pada kesempatan yang sama, Pastor Sil Boby menyampaikan laporan penggunaan anggaran program yang bersumber dari Tahun Anggaran 2025.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut diajukan melalui proposal senilai Rp10 miliar yang direalisasikan dalam dua tahap. Hasilnya antara lain pengadaan 46 unit mesin motor tempel, pembangunan perahu berukuran 12 x 2 meter sebanyak 20 unit, pembangunan pagar lahan keuskupan, serta pembangunan sembilan unit rumah kopel.

Menurutnya, seluruh sarana tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan pastoral dan mendukung aktivitas masyarakat di wilayah pelayanan Keuskupan Timika.

Staf Ahli Bupati, Fransiskus Bokeyau mewakili Pemkab Mimika menyerahkan secara simbolis sarana penunjang pelayanan kepada Bapa Uskup Timika di Mapurujaya, Selasa (30/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat.

Pemerintah Apresiasi Peran Gereja

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Fransiskus Bokeyau, menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Timika dan seluruh pihak yang telah berinisiatif menghadirkan program tersebut.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata semangat pelayanan bagi masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

“Keberadaan perahu dan sarana pendukung lainnya akan sangat membantu mobilitas pelayanan, baik pelayanan sakramen, pelayanan sosial, maupun pelayanan umat hingga ke kampung-kampung yang sulit dijangkau,” katanya.

Fransiskus menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika memandang Gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan karakter, moral, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan spiritual masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi Keuskupan Timika dalam pembangunan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mendukung karya pelayanan Gereja demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Foto bersama pastor paroki dan perwakilan pastor paroki penerima perahu dan motor tempel di Mapurujaya, Selasa (30/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat.

Komitmen Pelayanan yang Lebih Baik

Dalam sambutannya, Uskup Bernardus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program pelayanan Gereja.

Ia juga mengajak para pastor dan petugas pastoral untuk memanfaatkan sarana yang telah tersedia guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat.

“Saya berharap pelayanan semakin ditingkatkan. Dukungan yang diberikan pemerintah dan para mitra harus kita jawab dengan pelayanan yang lebih baik bagi umat dan masyarakat,” katanya.

Uskup turut mengapresiasi tim Keuskupan Timika yang telah bekerja keras hingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Laporan yang disusun secara tepat waktu menjadi nilai positif yang harus terus dijaga. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga semangat kerja sama dengan para mitra dalam berbagai program pelayanan di masa mendatang,” tutupnya.***(JIMMY RAHADAT)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button